Prolog #KeluargaMaheswara

May 31, 2020

Assalamu’alaikum
Kita pernah duduk di bawah dua lambang almamater yang sama. Meski kita duduk sendiri dikursi masing-masing. Kita pernah berpapasan dilorong – lorong kelas, menunggu berjam-jam di ruang kubikal, atau mengerjakan tugas berlama – lama di perpustakaan. Ya, kita mungkin pernah bersama sebenarnya, meski tidak saling sapa didalamnya. Sebab kita tak saling kenal satu dan lainnya. Kita bergerak bak daun – daun gugur. Tak mampu menjatuhkan diri dengan teratur. Pasrah dihempas angin semilir, dan hanya bisa bergantung pada takdir. Percaya bahwa kita akan jatuh ditempat yang sama meski kecil.

Haii!! sepenggal prolog diatas dikutip dari web wedding kita #KeluargaMaheswara di wedding.intanafiah.com. Disitu kita ceritain gimana awal kita jumpa. Sayangnya, ga semua orang benar-benar paham makna yang tersirat pada potongan prolog diatas. Terlalu kias ceunah. So! merujuk dari banyaknya orang yang kepo, ketemu dimana? anak mana? oh kalian satu almamater? Jadian dari kapan? mmm mungkin masnya udah ngincer kamu dari lama ya?  STOP! hentikan spekulasi anda, karena 99% pasti salah wkwkkw. Nah disini kita akan ceritain semua. How we meet? Gimana kita ketemu? Dimana? Kapan? Dengan siapa? Sekarang berbuattttt apaaaaaaa #jreng #BabangTamvanLewat


And well-well-well. Kata orang, jodoh itu dekat. Dan beneran dekat banget ternyata! wkwkw. Jadi gini ceritanya. Sebenarnya kita duduk di almamater yang sama. Tidak tanggung-tanggung! 2 sekaligus! Right! Telkom Polytechnic and Institut sains dan teknologi nasional. But, bukan berarti dengan kita satu almamater,kita saling kenal. Ne ne ne!
Begini. Aku baru tau setelah kenal, kalo ternyata kita di Telkom satu angkatan, aku Manajemen Informatika dan Mas boj Teknik Komputer. Di ISTN meski kita sama-sama Teknik Telekomunikasi tapi beda kampus coeeggg. Aku kelas malam di cikini dan mas boj kelas sabtu pagi di Duren Tiga.

Saking susahnya nyari foto jaman D3, cuma nemu yang S1. Itupun masih ga familiar wkwk

Berbeda denganku yang siklus keuangan very-very stabil sebagai mahasiswa, dulu di D3 kesibukanku cuma kuliah dan organisasi aja. Main dan kadang belanja. Kerja sosial dan bikin charity masal. Sedangkan masnya? beliau sibuk kuliah, cari tambahan jadi asprak (Asisten Praktikum), nyari sambilan bikin usaha kaos sablonan, dan maybe pacaran ikut perlombaan. Beliau sudah lebih terbiasa untuk hidup mandiri sejak SMA. Salut. Pekerjakeras yang penyabar 🙂 #DanAkulovvvvveBangad
Kata orang, mas boj pernah ngajar dikelasku. KATANYA! cuma anehnya Allah membuatku tak peka. Padahal ni! dulu hampir semua Asprak yang baik (katanya mas bojo baik bangeettt, KATANYAAAAA) biasanya nih yaaaa, biasanyaaaa bakal ogut tekel! wkwkw. Aku sikut mesra. Gocek manis. Dan tendang manjaaaa hahahahha (jijikkkk). Ajak modusin belajar bareng dan lalala deh pokoknya. Biar dapet tubes bagus (read : di bantuin bikin tubes) hahahaha. Kalo kata l4nDz temen ogut sih “Ah! tinggal kedipin aja juga kelar tubes (tugas besar) lo!” wkwk dan semua urusan selesai. Huanjaiiii ga segitunya yoooo wkwk.

Hitz everywhere

Wajarlah ya kalo aku ga kenal mas boj, secara mas bojo sibuk asprak doank (Edannn ngomongnya tu mulut) tapi kalo mas boj ga kenal aku itu KETERLALUAN! hahahah lah siape gue?
Kalo gue aja mas boj ga kenal okelah fine. Cuma runner up cewek tercantik dipoltek yekan? tapi kalo Teh Ghisty? Ghisty Gandari? Perempuan tercantik dari masa kemasa, yang indahnya bagai surga dunia di kampus sampe ga kenal? widih! itu kebangetan namanya! dan bener donk mas boj ga tau, bahkan setelah aku tunjukin fotonya.

Aktivis gini tetep ga dikenal hahaha

“Ini kenal?” beliau geleng-geleng pas aku tunjukin foto teh ghisti. “GA KENALLLLL????” geleng-geleng lagi. “OMG! Ini cewek tercantik  sebelum Intan (hoex) dipoltek masa ga kenal?” geleng-geleng dengan polosnya. “Ah!!” ntah apa maksud aku nunjukin teh Ghis coba??. Mungkin menambah keyakinanku kalo orang tercantik nomor satu aja beliau ga tau apalagi yang runner up macam aku? *yeee!!JambakJambakJeniferdun
Pun dengan di ISTN! Udah jelas banget ini mah ga akan pernah kenal. Seterkenal apapun aku di cikini kelas malam, sampe tiap angkatan ada aja yang ngajak taarufan eaaaa*. Fix! sampe aku wisudapun kita ga saling kenal. Waini, aku senen-jumat malem. Masnya di Duren tiga-sabtu. Lah aku sabtu sibuk keluyuran dimasjid (zombonggggg! keluyuran doank ga ngaji sombooonggg) doi sibuk kuliah. Mana nyambung!

percakapan dengan ka Rhanie sesaat setelah undangan disebar 

But, Tuhan berkata lain. Antara harus berterimakasih apa harus sedih sih direkomendasiin mereka, HAHAHAHAH (makasih donkkk), finally!! kita dipertemukan di satu jejaring sosial bernama Instagram. Berdasarkan rujukan teman-teman bojo. Widiiiiiww. Meski ceritanya pelik dan rumit (ini nanti ak ceritain dilain kesempatan) tapi sampai juga kan kepelaminan? CIAAAAA.
Nah udah tau kan darimana kita berasal? bersambung besok lagi ya! sampai ketemu di episode selanjutnya! bye!!!
Note : orang-orang “kompor masyarakat” itu adalah Ka Rhanie Sofyan, Cipto Bili, Maulana Gempa, yang dengan isengnya merujuk nama “Intan Afiah” sebagai orang yang patut di jadikan ISTRI untuk Andhika Cipta Maheswara. Meski aku dan mereka ga kenal-kenal banget. Meski, ntah apa yang mereka pikirkan sampai bisa mendelegasikan walaupun diluarsana masih banyak wanita-wanita bertebaran. I’ll say thks so much gaessss. Pelabuhanku berakhir di Andhika Cipta Maheswara. Insyaallah sehidup sesurga. Amin.

Ada banyak cara mengawali sebuah perkenalan. Dan Tuhan memiliki semua caranya. Ya kan?

Jakarta, 4 Januari 2018

Bagikan Postingan ini :

2 People reacted on this

  1. Jadi baper baca tulisan di #KeluargaMaheswara semoga mbak sama si mamas dan keluarga lainnya tetap sehat supaya bisa cerita kisah kisah lainnya yang menyenangkan dari #KeluargaMaheswara

Leave a Reply to Diyanti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *