Fashion Syari For Mama Muda

May 3, 2020

Aku sedang belajar ditahap “Jangan hanya pakaian yang syari, tapi mulut dan jemari terbuka untuk melukai.” Percuma pakaianmu tertutup tapi hatimu diliputi hasut. Karena kita sedang berperang dengan apapun yang berhubungan dengan perilakumu mencerminkan agamamu. Lu yang nakal islam yang disalahin, kasarnya gitu.

Assalamualaikum hii sobat muda hahah ga cocokk!! Hii semuaaa apakabar? aku nulis lagi nih. Wagelaseehh sekarang pasaran blogku semakin mengerucut sampe dikasih judul for Mamud wkwk. Yang belum mamud atau udah ga mamud boleh masuk kok hihi

Jadi, aku termasuk pemerhati fashion terutama hijab fasyun ya? kenapa? karena aku jualan hijab wkwk. Semakin kesini semakin tau brand semakin paham jenis-jenis bahan, ngerti model-model pakaian meski tetap masih tak percaya diri dengan style-style kekinian yang agak nyentrik.

Dulu, aku termasuk yang branded oriented. Sekarang? agak berkuranglah wkwk. Kenapa? karena semenjak aku jualan sendiri, semakin aku sadar aja kaya

Ga semua barang murah dan ga branded itu memiliki kualitas yang buruk.

Intan Afiah

Ya karena aku jualan hijab dewasa dan anak, dan semua diharga standar dan cenderung murah, tapi aku optimis kualitasnya ga kalah sama yang brand-brand ternama indo. Serius, karena aku tiap kali mau buat produk selalu komper dengan produk dipasaran, beli berbagai merk dan model terus dijajarin sama punya sendiri “NOT BAD” malah kadang dari sisi pelayanan dan pengiriman penjual yang sedang merangkak lebih fast respond dan fast delivery. Eh udah udah kok jadi narsis wkwk

Lanjut. Dulu jaman-jaman 2009, awal-awal ngeblog dan pake blogspot, selalu update tuh postingan-postingan para member hijabers comunity like Dian Pelangi, Indah Nada Puspita, Ghaida Tsuraya, Siti Juwariyah, Lulu Hasbu, Fitri Aulia dll. Belum ada generasi Dwi Handaanda, Mega Iskanti, Bahjatina, Aghnia Punjabi, Rachel Vennya dan generasi angkatannya. Sekarang, makin banyak banget influencer dan aku sama sekali ga kenalin wkwk, mungkin karena generasi teenager kali ya.

Fashion blogger pada jamannya. Fitri Aulia – Indah Nada Puspita – Dian Pelangi – Ghaida Tsurayya
(Sumber : Google)

Now, selama dirumah aja aku pengen juga ngemix n match baju yang kupunya, SE-A-DA-NYA. Jangan harap bakal semodis dan seglowing seleb-selebgram yaa wkw hanya agar baju-baju dirumah dipake aja ga sampe kena hisab karena yang dipake itu lagi itu lagi hiks.

Well, dengan BB/Tinggi 38,5kg/155cm ga mudah lho nyari baju yang pas, ga kepanjangan dan ga keliatan kurus hiks hiks. Dan aku termasuk orang yang konsen banget sama ukuran baju. Minimal tangan dan pundak pas dan ga kegedean, sama satu lagi, ga kepanjangan. Jadi tiap kali aku beli baju bisa dipastikan selalu dirombak.

Balik lagi, suamiku meminta agar aku pake baju syari. Syari disini minimal hijab menutup dada, mau pake warna stabilo, tabrak motif, terserah wkwkw. Ga harus pake gamis terus, tapi suami ga suka aku pake celana panjang keluar rumah, so solusinya cuma gamis/rok aja. No Kulot, No Jeans.

Masalahnyaaaaaa, aku selalu beranggapan bahwa jilbab lebar itu ngebuat penggunanya terlihat lebih dewasa, dan aku ga suka itu. Meski udah punya buntut satu aku pengen still young tapi ga alay huhu gimana donkkk.

Influencer Hijab Syari
Wafiq malik, Angelina Fransisca, Dena Haura, Sungkar bersaudara

(Sumber : Google)

Dan akupun punya masalah banget ya! Menurutku orang cantik yg pake baju syari itu pasti selalu putih, jadi yang coklat kaya aku ini pasti keliatan tuaaaa, huhuhu dasar SETHANNDD!!! ga suka banget ogut pake baju syari wkw.

Baiklah, sembari merawat diri agar kulit lebih cerah dan pastinya BERSIH. Pakai-pakaian yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh (yaa jelass gaa adalaahhh, krempeng iya wkk) tapi tak juga kedodoran, sepertinya bisa jadi modal agar PD menggunakan hijab Syari.

(Sumber : Google)

Bismillah, setelah ini aku akan berbagi style-style fashion syari for mamud ala Intan Afiah wkwk. Dan semoga niatku makin hari makin mantap bersyari ga melihat karena tampilan fisik aja, tapi lebih ke “Syari itu syariat islam”

Aku sedang belajar ditahap “Jangan hanya pakaian yang syari, tapi mulut dan jemari terbuka untuk melukai.” Percuma pakaianmu tertutup tapi hatimu diliputi hasut. Karena kita sedang berperang dengan apapun yang berhubungan dengan perilakumu mencerminkan agamamu. Lu yang nakal islam yang disalahin, kasarnya gitu.

Intan Afiah

So, sembari belajar untuk syari berpakaian dan perilaku, semoga kita semua bisa saling menyemangati dalam ketaatan. “Yaudah si Nduk, emang udah ibu-ibu gimana lagi?” wkwk yah, akhirnya aku cuma bisa pasrah aja karena usia dan status memang ga bisa bohong dengan style.

(Sumber : Google)

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS.Al-Azhaab : 59

Yuk semangat semuanya berpakaian dan berperilaku syari!

Bagikan Postingan ini :

2 People reacted on this

Leave a Reply to Nur Fauzia Khasanah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *