Doa Sahur

May 6, 2020

Pada doa-doa yang dilangitkan, sesungguhnya hanya dengan menunggu sebaik-baiknya waktu yang diperlu. Menjadi istimewa bila dilakukan dengan tanpa tergesa-gesa. Semoga, semogamu adalah jawaban dari apa-apa saja yang aku semogakan.

Intan Afiah

Ini adalah hari ke 12 di bulan Ramadhan. Ga kerasa udah hampir setengah bulan aja dilalui, dan sudah lebih dari itu kami selalu tidur diatas jam 12 karena si kecil sedang semangat-semangatnya ditengah malam hikksssss

Sengaja malam harinya kita beli makan untuk mengantisipasi telat bangun. Dan benar saja, pagi ini nyaris jam 4 aku mempersiapkan menu sahur dengan tergesa.

“Mas . . .” suara lirih ku gaungkan untuk membangunkan Ayah Mahe. Alhamdulillah, tak butuh waktu lama membangunkan suami, beliau dengan muka sembabnya keluar kamar, minum air seteguk dua teguk kemudian bergegas menyusulku shalat qiyamul lail (wkwk maapkan bener-bener injuri time).

Selesai shalat, kami bergegas makan makanan yang sudah dihangatkan. Sop ikan nila salah satu resto fav di apartemen ini. Butuh waktu sekitar 20 menit sampai pada akhirnya selesai disantap.

Selama makan, biasanya kami sibuk dengan gadget masing-masing. Aku membuka twitter dan ayah mahe Instagram. Akhir-akhir ini kami mengurangi menonton TV memang.

“Yah”

“Ya . . .”

“Mumpung lagi sahur nih, waktu yang mustajabah kata Allah. Coba doanya apa sini biar Intan aminkan” aku siap-siap mengadahkan tangan

“Doa mas cuma satu dari dulu”

“Apa itu”

“Semoga mas bisa bahagiain Istri”

Mataku berkaca, leherku seperti tercekik, entah mengapa sesak kali dengar hanya itu doa yang selalu ia panjatkan selama ini. Pantas aku sering ngomel, kenapa kalo pas doa bentar, Allah kan suka di minta. Ternyata “sesimple” itu doanya.

“Uww . . .” aku peluk suami “Tapi kan Intan mintanya banyak”

“Nah itulah”

“Wkwkwwkwk” kita tertawa bersamaan.

Mungkin buat sebagian orang ini biasa aja, but for me, aku nulis ini sambil berkaca-kaca lho wkwkw. Saking udah jarang dibuat bapernya wkwk. Well, kalo memang doa suamiku hanya itu. Artinya, akulah yang berkewajiban berdoa lebih banyak agar apa yang selama ini aku semogakan Allah berikan. Dengan kata lain, suami ingin doaku didengar-Nya, pintaku dikabulkan-Nya.

“Ya Allah, aku Ridho dengan apa yang Suamiku lakukan. Bahagiakan ia, sebagaimana ia membahagiakan aku”

Jakarta, 5 Mei 2020

Bagikan Postingan ini :

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *